~ ~ DI BALIK KISAHKU TENTANG MAMA - WANITA YANG PALING MENGINSPIRASI HIDUPKU ~~: categories : I'm Every Woman
~~~ DIBALIK KISAHKU TENTANG MAMA - WANITA YANG
MENGINSPIRASI HIDUPKU ~~~
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja di perantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau di luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya akan mengalami proses yang cukup panjang.....
Hal yang sama dan wajar juga terjadi dengan diriku, karena aku juga memiliki proses hidup yang bertahap layaknya sebuah metamorfosa.
Aku sering merasa kangen sekali dengan Mamaku.
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanku secara rutin,
Tapi tahukah aku, jika ternyata kekhawatiran Mama itu adalah lebih dari sekedar telepon ?
Sewaktu aku kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakku bercerita atau berdongeng.
Pada saat diriku masih seorang anak perempuan kecil......Mama-lah yang mengajari aku naik sepeda...
Dan setelah aku mengganggap, bahwa aku sudah bisa, aku kemudian melepaskan roda bantu di sepedaku...
Tapi Mama bilang : "Jangan dulu nak, jangan dilepas dulu roda bantunya, nanti kamu jatuh"...Mama takut aku terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah aku?
Bahwa Mama dengan yakin akan membiarkanku, memperhatikanku dan menjagaku saat mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat aku menangis merengek meminta sesuatu atau mainan yang baru, Mama menatapku iba.
Dan Mama mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tapi tahukah aku, Mama melakukan itu karena Mama tidak ingin aku menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi.??
Saat aku sakit demam, Mama yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah dibilangi, kamu jangan minum air dingin.!".
Namun begitupun, Mama akan berbaik hati lagi sambil memperhatikan dan menasihatiku dengan lembut.. Padahal, Mama benar-benar mengkhawatirkan keadaanku.
Ketika aku sudah beranjak remaja....
Aku mulai menuntut pada Mama untuk dapat izin keluar malam, dan Mama bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh.!".
Tapi tahukah aku, bahwa Mama melakukan itu untuk menjagaku.?
Setelah itu, aku sedikit kesal pada Mama dan masuk ke kamar sambil mengunci pintu.. Dan yang datang mengetuk pintu dan membujukku agar tidak kesal lagi adalah MAMA....
Tapi tahukah aku, bahwa saat itu Mama memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya.?
Bahwa Mama sangat ingin mengikuti keinginanku, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagaku?
Ketika seorang cowok mulai sering menelponku, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuiku, Mama akan memasang wajah paling cool sedunia
Mama masih tetap menunggu sampai selesainya pembicaraan kami berdua di ruang tamu..
Sadarkah aku, kalau Mama sangat ingin menjagaiku.?
Saat aku mulai lebih dipercaya, dan Mama melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukku, aku sangat senang sekali karena aku sudah layak mendapatkan izin.?
Maka yang dilakukan Mama adalah duduk di ruang tamu dan menungguku pulang dengan hati yang khawatir...
Ketika melihat putri kecilnya pulang, Mama dengan khawatirnya menanyakan apakah aku sudah makan atau belum. Ah Mama,, begitu perhatiannya Mama menanyakan hal itu, padahal kutahu Mama sangat mengkhawatirkanku.?
Sadarkah aku, bahwa ini karena hal yang sangat ditakuti Mama akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Mama suatu saat nanti".
Setelah lulus SMU, Mama dengan sedikit memaksaku untuk menjadi seorang Guru atau Perawat.
Aku tahu, bahwa paksaan yang dilakukan Mama itu adalah semata - mata hanya karena memikirkan masa depanku kelak...
Tapi toh Mama tetap tersenyum dan mendukungku walaupun saat pilihanku tidak sesuai dengan keinginan Mama...
Ketika aku menjadi gadis dewasa... Dan aku harus pergi BEKERJA ke kota lain.. Mama bahkan mengantarku sampai ke bandara, dimana letaknya juga jauh dari kota tempat tinggal kami.. Mama yang selalu melepasku pergi seolah-olah tidak ingin putrinya berada jauh dari dirinya.
Tahukah aku bahwa badan Mama terasa kaku untuk memelukku.?
Mama juga masih berusaha tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu dan menyuruhku untuk berhati-hati... Padahal Mama ingin sekali menangis keras dan memelukku erat-erat, dan berkata tolong jangan tinggalkan aku.??
Namun yang dilakukan Mama hanya menghapus sedikit airmata di sudut matanya, dan kami berduapun tertunduk sedih dan Mama lalu menepuk pundakku sambil berkata "Jaga dirimu baik-baik ya nak.? Hati-hati di jalan...
Mama melakukan itu semua agar aku KUAT... kuat UNTUK PERGI DAN MENJADI DEWASA.
Dulu di saat aku butuh uang untuk membiayai uang semester kuliah dan kehidupanku di perantauan, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Mama.
Mama pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa menjadi sama dengan teman-temanku yang lainnya.
Ketika permintaanku bukan lagi sekedar meminta boneka atau mainan baru, dan Mama tahu ia belum bisa memberikan yang aku inginkan.. Kata-kata yang keluar dari Mama adalah : "Belum,, belum cukup nak....
Padahal dalam batin Mama, Ia sangat ingin mengatakan "Iya nak, nanti Mama kirim ya untukmu".
Tahukah aku bahwa pada saat itu Mama merasa gagal membuat anaknya tersenyum.?
Dan saat aku bisa berhasil berdiri di atas panggung sebagai seorang Wisudawati, Mama jugalah orang pertama yang berdiri dan yang memberikanku senyuman bahagia dari kejauhan.
Mama tersenyum dengan bangga dan puas melihat "PUTRI KECILNYA YANG TIDAK LAGI MANJA, KINI BERHASIL TUMBUH DEWASA, DAN TELAH MENJADI SESEORANG YANG MENDAPATKAN GELAR NON-KEPENDIDIKAN"...
Sampai saatnya bila ada seorang teman lelakiku datang ke rumah dan meminta izin pada Mama untuk mengambilku darinya... Mama akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Mama tahu... Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisi bapakku kelak...
Dan bila akan tiba saatnya kelak....
Saat Mama akan melihatku duduk di Panggung Pelaminan bersama seorang lelaki yang dianggapnya pantas untuk menggantikan bapakku, Mama pun PASTI AKAN tersenyum bahagia....
Tapi apakah aku mengetahui, bahwa di hari yang bahagia itu Mama akan pergi ke belakang panggung sebentar, dan menangis?
Mama akan menangis karena Mama sangat berbahagia, kemudian Mama berdoa....
Dalam curahan doanya, Mama akan berkata: "Ya Tuhan, tugasku telah selesai dengan baik... Putri kecilku yang dulu manja dan kucintai kini telah menjadi Wanita yang dewasa.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya"...
Setelah itu, pada masa selanjutnya, Mama mungkin hanya akan bisa menunggu kedatanganku bersama cucu-cucunya yang sesekali akan datang untuk menjenguknya...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.. Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagaku dari kemungkinan banyaknya bahaya-bahaya... Bahkan ketika Mama tidak kuat lagi untuk menahan tangis.. Ia masih ingin terlihat tegas di depanku, bahkan Ia masih sangat ingin memanjakanku...
Namun kukatakan ini padamu, Mama : "Izinkan aku yang KINI mengambil alih tugas - tugasmu Mama, sebab aku kini sudah menjadi wanita yang dewasa.. Dan figur Mama yang penuh perhatian juga berjiwa tegar, sungguh masih kurasakan dan begitu lekat kurasakan sampai detik ini "...Tapi MAMPUKAH aku untuk bisa sama seperti sosokmu, Mama.??
Dan Mama adalah orang yang pertama yang meyakinkan aku bahwa, "Iya, AKU BISA dalam segala hal".. Sebab Mamaku sudah lebih dulu mengajariku, telah begitu menginspirasiku tentang hal - hal YANG SANGAT BAIK untuk diriku, tentang kerendahan hati, tentang perjuangan hidup yang begitu keras, tentang kelemah-lembutan, tentang mengasihi sesama, tentang tata krama, tentang arti suatu ketegasan, tentang disiplin, dan tentang banyak hal yang tak bisa kuungkapkan dalam catatan ini... Di mana hal - hal baik itulah yang akan kuturunkan pada anak - anakku kelak...
AKU SANGAT TAHU BAHWA AKU TAKKAN BISA MEMBAYAR SEMUA KEBAIKANMU MAMA WALAU DENGAN RUPIAH SEKALIPUN ATAU BAHKAN DENGAN DARAHKU SEKALIPUN, AKU BELUM DAN TAKKAN SANGGUP UNTUK MEMBAYARNYA,,, KARENA SEMUA YANG KUTERIMA DARI MAMA SELAMA INI ADALAH KASIH SAYANG YANG TULUS DAN NYATA ADANYA... SEBAB KASIH DAN DOA SEORANG MAMA ADALAH SEPANJANG JALAN...
KUBUAT KISAH INI SECARA KHUSUS KUTUJUKAN UNTUKMU MAMA, SEORANG YANG SUDAH DAN SELALU MENGINSPIRASIKU DALAM HIDUP INI... GOD BLESS YOU MOMMY.. I LOVE YOU SO MUCH!!
( I especially dedicate this story for my Mommy.. This is one of the ways I can show her that I am really proud to have a Mom like her )
Salam,
Hertati
